5 Langkah Tepat Penanganan Penyakit Hernia sampai Sembuh

5 Langkah Tepat Penanganan Penyakit Hernia sampai Sembuh! Setiap tahun, jumlah penderita hernia tidak bisa disebut sedikit. Sering membawa beban berat kerap dianggap sebagai penyebab penyakit yang umumnya menyerang kaum Adam ini. Tapi, penyebab penyakit ini sebenarnya lebih kompleks dan bisa sembuh jika langkah-langkah penanganan berikut segera diterapkan.

Penanganan penyakit hernia

Penanganan penyakit hernia

  1. Deteksi Dini

Sebagian besar orang tidak sadar dengan gejala penyakit hernia karena masih banyak yang menganggap sepele terhadap penyakit ini. Terutama hernia reponibel yang gejalanya memang tidak semenyakitkan hernia irreponibel, hernia incarserata, hernia akreta, dan hernia strangulata. Umumnya, jenis hernia yang umum di Indonesia adalah hernia inguinalis.

  1. Menghentikan Kebiasaan Buruk

Beberapa aktivitas yang tidak sadar menjadi kebiasaan, bisa menjadi pemicu penyakit hernia. Contohnya merokok (paru-paru obstruktif kronik), makan berlebihan (obesitas), serta menyepelekan penyakit yang menyerang saat musim pancaroba, yaitu flu dan batuk. Segera obati penyakit-penyakit yang bisa menjadi pemicu penyakit hernia tersebut.

  1. Beri Obat Tradisional

Untuk hernia yang masih ringan, pengobatan bisa dilakukan dengan cara tradisional. Contohnya Hernia Reponibel yang bisa disembuhkan melalui terapi pijat. Kalaupun ingin pengobatan dalam bentuk ramuan, ada jamu yang dibuat dengan bahan utama daun bakung.

Ramuan jamu lainnya bisa dibuat dari campuarn telur dan madu. Bagi Anda yang kurang suka dengan jamu pahit, ramuan jamu kedua ini sangat direkomendasikan. Selanjutnya, ada juga kombinasi daun cipluk, teh adas, pulasari, minyak nabati, serta sedikit garam. Biasanya, frekuensi minum jamu tradisional ini 2 kali sehari.

  1. Tindakan Operasi

Jika pengobatan tradisional belum memberi pengaruh signifikan terhadap penyakit hernia yang diderita, tindakan operasi sangat dianjurkan. Bahkan, harus dilakukan sesegera mungkin jika benjolan hernia terus membesar dan sakitnya sudah tidak tertahankan. Ada 2 jenis operasi, yaitu operasi terbuka dan laparoskopi.

Jika pada operasi terbuka dilakukan sayatan besar, maka laparoskopi hanya membutuhkan sayatan kecil untuk memasukkan alat yang fungsinya seperti mikroskop. Keputusan untuk menentukan jenis operasi yang dilakukan berdasarkan atas beberapa pertimbangan. Di antaranya kondisi, kebutuhan dan kemampuan pasien untuk menjalani operasi tersebut.

  1. Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Perlu Anda ketahui jika operasi hernia yang sudah dilakukan tidak menjamin bebas hernia seumur hidup. Penyakit ini bisa kembali menyerang jika kebiasaan-kebiasaan yang menjadi pemicunya masih saja dilakukan.

Oleh karena itu, sebaiknya segera atasi masalah obesitas, batuk, dan diare karena penyakit-penyakit tersebut bisa meningkatkan risiko terkena hernia. Selain itu, sebaiknya hindari mengangkat beban berat yang berpengaruh pada meningkatnya tekanan pada daerah perut. Rajin-rajinlah melakukan pemanasan sebelum olahraga dan melakukan pekerjaan berat.

Sembuh dari hernia tentu mengembalikan semangat hidup dan melakukan aktivitas sehari-hari. Nah, suasana yang positif seperti ini mempengaruhi kesehatan sperm juga. Jika ingin mengetahui ciri sperma sehat, info kesehatan, dan dunia parenting, Orami Magazine menyediakan semua informasi tersebut untuk Anda.

shares